Things To Do
Monumen Bandung Lautan Api

Suatu hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan Tentara Republik Indonesia tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia

A day in the Month in March 1946, within seven days, about 200,000 people made history by burning their homes and possessions, leaving the city to the mountains in south London. Several years later, the song "Halo-Halo Bandung" was written to symbolize their emotions, as a promise to return to the beloved city, which has become a sea of fire. Scorched Earth Bandung is the right thing, because the strength of Army of the Republic of Indonesia will not be able to resist the powerful enemy. Furthermore Army of the Republic of Indonesia to fight the guerrillas from outside Bandung. This event gave birth to the song "Halo-Halo Bandung" the passionate fire of fight the people of Indonesia