Things To Do
Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang memiliki areal seluas 4176 m2 dan luas bangunan 1674 m2, menempati sebuah gedung yang pernah digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi yang pertama di kota Bandung (Staf Kwartier Territorium III Divisi Siliwangi) pada tahun 1949-1950 yang berlokasi di Oude Hospital Weg (sekarang jalan Lembong). Sebagai markas militer, pada tanggal 23 Januari 1950 gedung ini pernah menjadi sasaran utama serangan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di bawah pimpinan Kapten Raymond Wensterling. Dalam peristiwa tersebut gugur sebanyak 79 Prajurit TNI/Siliwangi, termasuk diantaranya Mayor Adolp Lembong. Mengingat pentingnya pelestarian dan pewarisan nilai-nilai kejuangan 45 kepada generasi muda agar kesadaran serta penghayatan terhadap sejarah perjuangan bangsanya tetap utuh; maka Kodam III/Siliwangi memandang perlu untuk mendirikan Museum Mandala Wangsit Siliwangi.

Untuk hal itulah dikumpulkan beberapa benda koleksi yang bernilai sejarah dari kurun waktu antara masa perjuangan kemerdekaan, masa perang kemerdekaan, dan masa selanjutnya yang berhubungan dengan perjuangan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat umumnya. Benda-benda yang berhasil dikumpulkan diantaranya berupa senjata tradisional berbentuk kujang, keris, pedang, golok, tombak, panah, pedang bambu, dan Samurai; senjata api dari berbagai jenis dan kategori; serta berbagai kendaraan militer yang pernah digunakan. Adapun benda lainnya berupa alat dan perlengkapan yang pernah dipergunakan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat dalam bertempur untuk mempertahankan daerahnya.

Di samping berbentuk benda-benda koleksi, terdapat juga foto-foto perjuangan dari masa revolusi fisik antara tahun 1945 sampai dengan 1949, foto-foto mantan Panglima Siliwangi, tanda pangkat, lencana, Panji Siliwangi, mata uang, peta, dan sebagainya. Museum Mandala Wangsit Siliwangi, diresmikan penggunaannya oleh Pangdam III/Siliwangi ke-8, Kolonel Ibrahim Adjie pada tanggal 23 Mei 1966 dan termasuk ke dalam kategori museum sejarah/perjuangan tingkat Kodam. Sebagai sarana pendidikan, Museum Mandala Wangsit Siliwangi dilengkapi pula oleh lukisan diorama dan ruang audio visual untuk pemutaran film dokumenter (sejak tahun 1990 tidak lagi dipergunakan karena rusak) perjuangan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat. 

Bagi yang berminat untuk berkunjung, Museum dibuka untuk umum pada hari Senin - Kamis, pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB, Jum'at pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi which has wide area 4176 meter and wide of building 1674 meter, place a building which ever use as the first base camp of Siliwangi Division in Bandung cities (staff Kwartier Territorium III Siliwangi division)at 1949 - 1950 which located on Oude hospital Weg (now Lembong street). As military base camp, on January 23, 1950 this building ever became main object of attack of Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) under protecting of Captain Raymond Westerling. In that's event fall 79 soldier of TNI Siliwangi, included Mayor Adolph Lembong. Remember the importance to conservation and inheritance of value the struggle 45 to young generation to aware and inspired the histories of their nation struggle so exact everlasting, regional military command looked necessary to establish Museum Mandala Wangsit Siliwangi.

For that cause collecting any thing collection which has histories values from freedom fighter period, warrior period, and continually related with struggle of division of Siliwangi and public of west java generally. Goods which collecting between traditional weapon as kujang, Keris, sword, spear, bow bamboo sword, and samurai; gun from any kind and category; also some military vehicle which ever used, available other good as tools and equipment which used by division Siliwangi and society of west Java when combat to survive they are area.

Beside form of goods collection, also available picture of struggle from revolution period between 1945 until 1949, picture of former Siliwangi commander, rank, emblem, banner of Siliwangi, currency, map, and etc. Museum Mandala Wangsit Siliwangi, opening by Pangdam III Siliwangi ke 8, Colonel Ibrahim Adjie may 23 1966 and included to histories museum category / the struggle regional military command level. As facilities of education, Museum Mandala Wangsit Siliwangi completed by diorama painting and audio visual room for rotate documenter film (since 1990 not used because damaged) the struggle of Siliwangi division and society of west Java. 

For every body who interest to visited this location , this museum open for public on Monday on Thursday, on 08.00 until 13.00 WIB and on Friday on 08.00 until 10.00 WIB, while on Saturday and Sunday also in vacation the museum closed, except by reservation before.

    There is no event(s) data available for today